Logo
images

Pengkhotbah, Bapak Hanry Suwu (Penasihat/Pembina KHI)

“JADI TAMANG BAE VOOR SAMUA” MENJADI TEMA NATAL, KUNCIKAN DAN TAHUN BARU KAWANUA KOTA HARAPAN INDAH

BEKASI, PELANGIINDONESIA.ID – Memantapkan semangat kekeluargaan warga Kawanua yang ada di Kota Harapan Indah dan sekitarnya, Perkumpulan Kawanua Harapan Indah (KHI) kembali menggelar Ibadah Syukur Natal 2019, Kuncikan dan Tahun Baru 2020. Bertolak dari tema Natal tahun 2019 yang dikeluarkan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Kawanua Harapan Indah tahun ini, mengangkat tema dalam bahasa Manado, “Jadi Tamang Bae Voor Samua” atau “Menjadi sahabat untuk semua”.

Acara yang berlangsung sukacita dan penuh kekeluargaan ini, diadakan pada hari Jumat, 31 Januari 2020, di Aula PT. Logamindo Pratama, Sentra Niaga Kav.23, Jl. Boulevard Hijau Raya No.58, RT.2 Kota Harapan Indah, Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat 17131 dengan pembicara Bapak Hanry Suwu, Pembina/Penasihat Kawanua Harapan Indah.

Ibu Esty Rorong-Suwu memimpin pujian-pujian Natal

Pdt. Ronny Soriton (Wakil Ketua KHI) memimpin Doa Firman Tuhan 

Memulai khotbahnya dari definisi kata persahabatan, Hanry Suwu menekankan tiga poin penting tentang peran seorang sahabat yaitu; menginginkan yang terbaik bagi satu sama lain, adanya simpati dan empati dan adanya kejujuran serta saling pengertian.

“Kalau kita lihat dari definisi persahabatan, maka didalamnya mempunyai nilai-nilai tertentu. Pertama, dia menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain. Kedua, adanya simpati dan empati di dalamnya. Dan yang ketiga, adanya kejujuran didalam menyatakan kebenaran dan adanya saling pengertian. Ini kira-kira nilai-nilai yang ada dalam definisi dari persahabatan yang saya temukan,” ungkapnya.

Lebih jauh, mengurai Nats pokok Yohanes 15:13-17, Hanry Suwu mengajak warga Kawanua yang hadir untuk siap menjadi sahabat sesuai yang diajarkan oleh Alkitab. Menurutnya, setiap orang butuh sahabat sekaligus juga perlu menjadi sahabat sesuai apa yang diajarkan oleh Alkitab. Dan pesahabatan dalam Alkitab adalah membutuhkan pengorbanan.

“Setiap orang butuh sahabat, sekaligus setiap orang juga perlu menjadi sahabat. Jangan kita menuntut orang lain menjadi sahabat yang baik, tetapi kita sering lupa ataupun lalai untuk menjadi sahabat yang baik. Kita akan membahas apa yang diajarkan oleh Alkitab mengenai persahabatan ini,” terangnya.

“Persahabatan itu membutuhkan pengorbanan. Kadang-kadang kita mau bersahabat akan tetapi kita tidak mau berkorban. Persahabatan itu menuntut pengorbanan. Itu yang diajarkan Yesus. Persahabatan tanpa adanya pengorbanan, itu berarti hanya teman biasa saja. Kalau kita menyebut sahabat atau “tamang bae”, berarti disitu ada pengorbanan. Dan pengorbanan itu dilakukan tanpa berharap apa-apa. Pengorbanan itu dilakukan sama sekali untuk kepentingan sahabat kita bukan untuk kepentingan kita! Itulah yang disebut “Altruisme” yaitu keinginan untuk menyenangkan dan melakukan yang terbaik untuk orang lain. Dan Yesus sudah memberi teladan berkorban. Puncak dari pengorbanan Yesus adalah ketika IA mati disalibkan untuk sahabat-sahabatnya.,” terangnya lagi.

Ditambahkan penasehat Kawanua Harapan Indah ini, agar warga Kawanua siap menjadi sahabat yang sesungguhnya. Jangan menjadi sahabat karena adanya kepentingan untuk diri sendiri  atau jadi sahabat-sahabatan.

“Banyak orang mengaku sahabat tapi belum tentu mau berkorban. Banyak justru yang lebih cenderung meninggalkan sahabatnya manakala kepentingannya sudah terpenuhi.Banyak yang meninggalkan sahabatnya manakala orang itu sudah tidak bermanfat lagi, manakala orang itu terpuruk, maka yang dulu mengaku sahabat itu akan meninggalkan dia. Padahal persahabatan yang diajarkan Yesus adalah persahabatan yang apa adanya. Artinya orang  mau menerima kita apa adanya,” pungkas Hanry Suwu.

“Kalau ditanya siapa yang paling banyak sahabat? Biasanya orang sukses. Orang sukses itu biasanya paling banyak sahabat. Karena banyak yang seperti laron datang mengaku sebagai sahabat. Diantara yang semua itu, ada yang ril sahabat dan ada yang sahabat-sahabatan, artinya dia datang karena adanya kepentingan. Persahabatan yang didalamnya ada kepentingan, tidak termasuk didalam persahabatan yang dibahas di dalam firman Tuhan ini,” pungkas Hanry Suwu lagi.

Pada bagian akhir, merangkum khotbahnya, Hanry Suwu menekankan soal timbal balik yang harus ada dalam persahabatan yaitu komitmen, keterbukaan dan adanya saling mendukung diantara sahabat untuk mencapai kesuksesan atau keberhasilan.

“Yesus mengajarkan kepada kita bahwa dalam persahabatan itu, kita optimalkan potensi yang kita miliki, kita optimalkan potensi yang dimiliki sahabat supaya sahabat kita itu bisa lebih baik lagi, supaya sahabat itu bisa berhasil, supaya sahabat itu bisa senang, supaya sahabat itu bisa berbahagia,” ungkapnya.

“Jadi ada empat hal yang mestinya dipunyai oleh seorang sahabat: pertama, berkorban; kedua, komitmen dalam kesetiaan; ketiga, adanya keterbukaan dan keempat, punya motivasi untuk mendorong sahabatnya untuk mencapai yang lebih tinggi lagi,” tutup Hanry Suwu.

 Kesaksian Pujian dari Sluruh Pengurus Kawanua Harapan Indah

Sementara itu dalam sambutan mewakili pembina/penasihat, Bapak Joutje Lampa lebih menekankan soal peran Kawanua Harapan Indah sebagai organisasi sosial untuk memaksimalkan kegiatan sehingga keakraban diantara warga Kawanua semakin erat sesuai kredo orang Kawanua, “Baku-baku bae”.

“Buat pengurus yang ada, selalu atur ada pertemuan, walaupun dua atau tiga bulan sekali bisa bertemu. Sehingga pada saat bertemu, torang bisa baku-baku dapa, baku-baku sayang sebagai orang Kawanua. Ini bisa di rencanakan teman-teman pengurus. Akhirnya atas nama dewan penasihat dan pembina mengucapkan selamat natal dan tahun baru. Terima kasih,” ucap Joutje Lampa.

Adapun Pdt. Ronald S. Onibala, Ketua Kawanua Harapan Indah dalam sambutan singkatnya mengucapkan terima kasih atas dukungan para penasihat/pembina, pengurus dan anggota Kawanua Harapan Indah atas kerjasama yang baik, sehingga Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru bisa terlaksana dengan baik.

“Terima kasih kepada penasihat/pembina, seluruh pengurus dan anggota yang telah mendukung suksesnya acara ini. Puji Tuhan, walau hanya rapat sekali dan waktu yang singkat, acara ini bisa terlaksana dengan baik. Semua ini karena komitmen kita bersama. Sekalli lagi terima kasih,” ujarnya.

Penyalaan lilin Natal dan pujian seluruh pengurus mewarnai acara yang berlangsung sederhana tapi penuh kekeluargaan ini. Tampak hadir para pembina dan antara lain; Bapak Joutje Lampa, Bapak hanry Suwu, Bapak Elim Noldy paendong, Pdt. Henry Rumondor, Bapak Darwil Aguw, Ibu Olivia Paendong Nelwan, Ibu Like Sitepu dan Bapak Meidy Kaat. Sementara Pengurus inti Kawanua Harapan Indah saat ini adalah: Pdt. Ronald S. Onibala (ketua), Pdt. Ronny Soriton (Wakil Ketua), Ibu Esty Suwu (Sekretaris) dan Ibu Nova Aguw Taroreh ( Bendahara).

Disela-sela acara, pengurus KHI menyampaikan program Kawanua Harapan Indah untuk melaksanakan pertemuan rutin dan acara Paskah bersama 2020 di akhir bulan April. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa mendata kembali jumlah keanggotan Kawanua Harapan Indah sehingga kegiatan kedepan lebih maksimal lagi. (red)



Tinggalkan Komentar