Logo
images

MERANCANG KELUARGA, ORANG TUA DAN ANAK MELALUI KEGIATAN PARENTING KRISTIANI

WARTANASRANI.COM - Peran orang tua sangat penting dalam masa pertumbuhan dan perkembangan seorang  anak, karena pendidikan dasar seorang anak adalah pendidikan yang diperoleh dari keluarganya. Sebab keluarga adalah lingkungan terdekat yang akan mempengaruhi watak dan kepribadian seorang anak. Semua hal yang dilakukan oleh orang tua mulai dari kandungan sampai dewasa akan terekam didalam memori seorang anak.

Sangatlah penting menanamkan nilai-nilai Kristiani kepada anak sejak dari kandungan sampai ke kuburan (from whom to tomb). Menanamkan nilai-nilai Kristiani atau karakter Kristiani didalam keluarga adalah tugas utama yang harus disampaikan oleh orang tua, sebagaimana tertulis didalam Ulangan 6:7 ; “Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”. Tugas ini diberikan Tuhan kepada bangsa Israel bukan sebagai saran tapi sebagai perintah.

Inilah RancanganTuhan dalam keluarga yakni masa depan penuh harapan, karenanya tugas orang tua dalam mendidik anak-anak mereka harus dengan firman Tuhan. Jika pada ada waktu yang tepat orang tua menanamkan nilai-nilai Kristiani, sangatlah berdampak kepada kehidupan anak tersebut dikemudian hari.

Dalam pendidikan formal disekolah guru juga menerapkan pendidikan karakter Kristiani, namun waktunya sangat terbatas. Oleh karena itu orang tua sebagai orang terdekat harus memanfaatkan waktu 24 jam untuk mengontrol tubuh kembang anak. Namun seringkali orang tua gagal dalam mendidik anak-anaknya dikarenakan kurangnya waktu serta kurangnya pengetahuan parenting terhadap anak serta masih banyak faktor lainnya yang menjadi penghalang peran sebagai orang tua. Saat ini banyak juga faktor-faktor pendukung agar orang tua lebih cakap lagi dalam mendidik anak-anaknya.

Setiap manusia didunia baik anak-anak, remaja maupun dewasa semuanya mempunyai haknya masing-masing. Sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, anak haruslah mendapatkan hak untuk menjalankan kelangsungan hidupnya dengan aman dan nyaman. Pengaruh globalisasi bisa berdampak positip maupun negatip dalam tumbuh kembang karakter seorang anak. Karenanya sudah menjadi harga mati tidak bisa ditawar-tawar lagi bahwa  orang tua harus mempersiapkan diri untuk belajar parenting baik dari sekolah jika ada program disekolahnya maupun dari gereja dalam program pembinaan-pembinaan keluarga khususnya untuk tingkat sekolah minggu.

Peranan orang tua atau Parenting dalam keluarga Kristiani sangat dibutuhkan saat ini sebagai bekal untuk mengajar anak-anaknya, meskipun program ini sudah berjalan sebagai mitra lembaga PAUD. Namun pengajaran di sekolah pada umumnya sangat terbatas. Yang menjadi pokok permasalahan  apakah sudah berjalan dengan  efektif program parenting tersebut. Tugas orang tua adalah memperlengkapi anak-anaknya dengan perbuatan baik, menyeleksi siapa yang akan menjadi teman-temannya. Yang akan turut serta mewujudkan kota dan bangsa yang sejahtera. Harus seteliti mungkin bahwa pergaulan yang buruk akan merusakkan kebiasaan yang baik. (1 Korintus 15:33) How can be we wise, bagaimana kita lebih bijaksana.

Belajar Psikologi Anak

Alangkah baiknya jika orang tua mempelajari tahapan perkembangan anak dan teknik-teknik menerapkan disiplin dalam keluarga. Pentingnya disiplin dalam keluarga tidak terlepas dari metode pengajaran Yesus kepada muridnya yang penuh kedisiplinan. Alkitab mengatakan “Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.” (Amsal 19: 20). Pada dasarnya perilaku manusia adalah hasil belajar, dan belajar dapat membentuk perubahan dan perilaku. Tahapan perkembangan anak tersebut selain dapat kita peroleh atau pelajari  dari buku-buku Psikologi Anak dan Artikel, sebaiknya kita mengikuti kelas Parenting untuk keluarga Kristiani yakni kehidupan orang tua dan anak.       

Perkembangan anak tersebut berjalan dengan berkesinambungan, sehingga orang tua harus tetap waspada memperhatikan tingkah laku dan kepribadian  mereka yang sering kali terlihat dari sikapnya sehari-hari. Terutama dalam menghadapi pesatnya perkembangan zaman yang penuh dengan tantangan ini.

Ada dua fase dalam membicarakan soal anak antara lain;

Masa Infancy  - Masa Bayi: Masa Bayi (0 - 2 tahun), pembentukan tingkah laku dan kepribadian; Masa prasekolah, pembentukan diri ego, hati nurani, dan disiplin.

Childhoold - Masa Anak: Masa Anak Dini: Pra Sekolah (3 – 5 tahun), Masa Anak sekolah: School Age (5 – 12 tahun), Masa Anak Tanggung atau meningkat Remaja/Preadolescence (10-11 tahun, 11-12 tahun)

Pada setiap permulaan dari ketiga masa ini perkembangan anak dapat terlihatdari: Perkembangan sosial, Perkembangan kognitif, Modifikasi tingkah laku, Perkembangan keperibadian, Perluasan lingkungan Gunarsa,( 2009: 49-54)

Pesan Dorothy Law Nolte seorang pendidik dan ahli konseling keluarga dalam bukunya Children Learn What They Live, anak belajar dari kehidupannya; Jika anak hidup dengan kecaman , mereka belajar untuk mengutuk, Jika anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk melawan, Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, mereka belajar menjadi memprihatinkan, Jika anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk mengasihani diri sendiri, Jika anak hidup dengan ejekan,mereka belajar untuk merasa malu, Jika anak hidup dengan kecemburuan, mereka belajar untuk merasa iri, Jika anak anak hidup dengan rasa malu, mereka belajar utnuk merasa bersalah, Jika anak hidup dengan dorongan, mereka belajar percaya diri, Jika anak hidup dengan toleransi, mereka belajar kesabaran, Jika anak hidup dengan pujian, mereka belajar apresiasi Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai, Jika anak hidup dengan penerimaan, mereka belajar untuk mencintai Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan, Jika anak hidup dengan persetujuan mereka belajar untuk menyukai diri mereka sendiri, Jika anak hidup dalam pengakuan, mereka belajar itu baik untuk memiliki tujuan, Jika anak hidup dengan berbagi, mereka belajar kemurahan hati, Jika anak hidup dengan kejujuran, mereka belajar kejujuran, Jika anak hidup dengan keadilan, mereka belajar keadilan, Jika anak hidup dengan kebaikan dan pertimbangan, mereka belajar menghormati; Jika anak hidup dengan keamanan, mereka belajar untuk memiliki iman dalam diri mereka dan orang-orang tentang mereka; Jika anak hidup dengan persahabatan, mereka belajar bahwa dunia adalah tempat yang bagus untuk hidup. Artikel, (bp3akb.jabarprov.go.id )

Apakah Parenting

Parenting adalah upaya pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dalam keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar seacara mandiri. Parenting sebagai proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak-anak mereka  yang meliputi aktifitas-aktifitas sebagai berikut ; memberi makan (nourishing), memberi petunjuk (guiding), dan melindungi (protecting) anak-anak ketika mereka tumbuh berkembang.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi zaman sekarang, dengan adanya TV maupun gadged, informasi segala sesuatu dapat dengan cepat diserap kedalam pikiran mereka,. Maka orang tua diharapkan lebih proakttif dalam mendidik anak-anaknya, setidaknya dapat mengetahui masalah perkembangan anak atau Psikologi anak.

Penggunaan kata” parenting”  untuk aktifitas-aktifitas orang tua dan anak  di sini karena memang sampai saat ini belum ada padanan kata dalam bahasa Indonesia yang tepat. Namun sebaiknya kita tidak perlu mempermasalahkan istilah ini  yang penting bagi orang tua bagaimana orang tua harus memainkan peranan yang benar dalam mendidik dan mengasuh anak, agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.  Sehingga anak tersubut kelak bertumbuh dan berbuah menjadi anak yang berguna buat sesama.

Ada beberapa macam jenis Program Parenting antara lain;

Parenting Kristiani di Lembaga PAUD

Keluarga sebagai unit sosial terkecil di masyarakat yang terbentuk atas dasar komitment untuk mewujudkan fungsi keluarga khususnya fungsi sosial  dan fungsi pendidikan, harus benar-benar dioptimalkan sebagai mitra lembaga PAUD. Adapun program parenting sebagai wadah komunikasi antar orang tua, juga untuk memberikan sosialisasi terhadap program-program yang diselenggarakan oleh lembaga PAUD.

Oleh karena itu melalui program parenting sebagai wadah komunikasi antar orang tua, disamping untuk memberikan sosialisasi secara umum tujuan program parenting adalah  mengajak para orang tua untuk bersama-sama memberikan yang terbaik buat anak-anak mereka. Sedangkan secara khusus tujuan pengembangan program parenting adalah: meningkatkan pengetahuan keterampilan orang tua dalam melaksanakan perawatan, pengasuhan dan pendidikan anak dialam keluarga sendiri dengan landasan dasar-dasar karakter yang baik. (www,pendidikankarakter.com)

Parenting Kristiani Sekolah Minggu

Sekolah Minggu adalah pendidikan non formal yang diterapkan dalam komunitas gereja Kristen untuk mengajarkan agama bagi jemaat kategori anak-anak. Adapun pendidikan agama di gereja untuk Sekolah Minggu bagi anak-anak pada umumnya dibagi  menurut jenjangnya antara lain:

  • Kelas Balita
  • Kelas Pratama atau kelas anak-anak
  • Kelas Madya (anak-anak sampai usia akhir SD)
  • Kelas Tunas Muda (remaja usia SMP)
  • Kelas Remaja (remaja usia SMU)
  • Kelas Pemuda
  • Kelas Dewasa

Dalam mengikuti Sekolah Minggu anak-anak yang dididik seharusnya bertumbuh secara rohani memahami dan mengalami kehendak Tuhan serta bisa melakukan pelayanan untuk kelas setingkatnya. Namun dalam pertumbuhan dan perkembangan rohani mereka sering kali dihadapkan dengan berbagai tawaran dunia. Khususnya dunia sosial media (sosmed) yang sangat gencar mengajak anak-anak bergaul bersama game-game dalam dunia maya.

Sebagaimana perintah Allah kepada kita yang tertulis didalam Ulangan 6: 7 tugas utama dalam mendidik anak adalah pada orang tua, dan harus mengajarkannya berulang-ulang. Siapakah anak-anak dan siapakah orang tua yang dimaksud disini? Anak-anak yang dimaksud disini adalah setiap anak-anak yang dekat dengan kita, dan orang tua dimaksud adalah orang-orang dewasa yang mengerti akan kebenaran Firman Tuhan.

Disinilah peran orang tua yang sangat bijaksana, orang tua sebagai pendidik utama bagi anak-anak harus belajar Firman Tuhan serta mengaplikasikannya dalam keluarga terutama anak-anak kategori  Sekolah Minggu yang masih dalam masa pembentukan karakter, jati diri dan konsep diri. Orang tua harus mengetahui bahwa pendidikan Sekolah Minggu sangat terbatas dan gerejapun harus mempersiapkan tenaga-tenaga profesional yang mampu mengajarkan Pendidikan Agama Kristen kepada orang tua serta harus dibuatkan Kelas Parenting bagi orang tua dan anak-anak. Untuk menjalin kerjasama atau kebersamaan dalam mengembangkan karakter, sikap, moral dan spiritual anak.

Adapun materi yang diajrakan dalam Kelas Parenting, orang tua harus mengetahui apa saja yang menjadi  kebutuhan pokok anak-anak kita dalam masa pertumbuhannya, antara lain:

  • Kebutuhan pokok pertama adalah pertumbuhan fisik yang baik, antara lain dengan pemberian nutrisi yang seimbang.
  • Kebutuhan pokok kedua adalah kasih sayang
  • Kebutuhan pokok ketiga adalah stimulasi

(http://m.detik.com, anak dan remaja)

Mengapa orang tua harus memanfaatkan waktu untuk mendidik anak-anaknya pada masa anak-anak (golden age) ini? Karena secara Psikologi Perkembangan pada masa anak-anak mereka sangat membutuhkan pendampingan yang terus-menerus selama 24 (dua puluh empat jam) perhari, jika tidak maka dipastikan anak tersebut akan menyerap hal-hal apa yang sering dilihat atau didengar. Karena pada masa anak-anak (golden age) mereka lebih gampang menyerap segala sesuatu yang dilihat maupun yang didengar.

Manfaat Parenting Kristiani

Sebagaimana kita ketahui parenting adalah sebagai proses interaksi antara orang tua dan anak-anak mereka, juga menjalin relasi  dan kebersamaan dalam  mengembangkan karakter, sikap, moral dan spiritualitas. Orang tua akan menyadari betapa besarnya tanggung jawab menerima anak sebagai anugerah atau titipan Tuhan.

Orang tua bertanggung jawab untuk mengetahui apa saja hak-hak anak maupun hak istimewa anak. Mampu membangun hubungan spiritual anak dengan Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkan pemahaman positip pada diri anak sejak usia dini sebagaimana dikatakan dalam Amsal 19: 20.

Tanggung jawab orang tua yang paling besar adalah  tidak dapat menarik diri atau angkat tangan dalam kenyataan yang sedang terjadi pada zaman ini, bahwa secara tidak langsung sudah terlibat dalam pengaruh era globalisasi. Tentunya treatment orang tua terhadap anak akan terefleksi dan sangat mempengaruhi perkembangan setiap anak sekaligus akan mempengaruhi perkembangannya di masa depan. 

Ada banyak reaksi orang tua dalam menyikapi tantangan globalisasi ini khususnya perkembangan dalam dunia teknologi, dimulai dari orang tua yang sangat ketakutan, tidak peduli, hingga yang sangat terbuka terhadap perkembangan itu. “Reaksi-reaksi tersebut dikategorikan menjadi tiga yaitu: menarik diri (Bubble Way), menyerahkan diri (EGP – emang gue pikiri), dan menerima dengan kritis (Smart Way).

Hellen Chou (2012: 25)

Apa saja yang kita harapkan dari anak kita? Salah satu tugas orang tua adalah menjelaskan kepada anak apa saja harapan yang perlu ia penuhi dalam tiap perannya, baik ketika menjadi anak, saudara, teman, siswa dan team musik atau musisi. Harapan kita biasanya mencerminkan pengalaman pribadi kita. Dua hal yang perlu dipertimbangkan:

  1. Apa yang Anda sukai (dan mungkin ingin Anda terapkan pada anak Anda) terkait harapan akademis orang tua Anda dulu terhadap Anda!
  2. Apa yang tidak anda sukai (yang tidak ingin Anda terapkan pada anak Anda) terkait harapan akademis orang tua dulu terhadap Anda!

Peter & Heather,( 2018 : 52)

Kebanyakan orang tua mengharapkan anak-anaknya mempunyai nilai tinggi dalam segala bidang, tanpa pernah memikirkan usaha anak kemampuannya serta harapan pribadinya. Orang tua seharusnya tidak menuntut nilai tinggi dari aspek intelektualitasnya, jika seorang anak memiliki bakat dan talenta yang dapat dikembangkan. Sedangkan dari aspek emosionalitasnya seorang anak yang dapat mengembangkan talentanya hidupnya akan penuh dengan sukacita  yang kekal.

Peranan orang tua terhadap perkembangan anak  misalnya dari aspek kedewasaan rohani, anak akan sangat terpengaruh jika orang tuanya telah memiliki kedewasaan rohani (spiritual) dan akan menjadi teladan (role model) bagi anak-anak. Buah rohani yang dimiliki setiap orang sebagaimana tertulis dalam Galatia 5: 22 akan dikembangkan oleh Tuhan menjadi karakter Kristiani, jika orang tua mau memberi teladan dengan berelasi dan berdoa kepada Tuhan setiap hari.

 Menjadi teladan yang baik dalam sebuah keluarga merupakan komitment yang harus diterapkan dari orang tua kepada anak-anak. Sebagaimana tertulis dalam 2 Timotius 1 : 5; “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Euneke dan yang aku yakin hidup juga didalammu”. Ayat ini membuktikan bahwa keteladanan iman dari orang tua sangat mempengaruhi masa muda Timotius.

Demikian juga dari aspek kedewasaan sikap (attitude) dan moral (ethic) orang tua sangat berpengaruh terhadap anak-anak. Hal-hal inilah yang terutama seharusnya diajarkan dan diterapkan orang tua kepada anak-anaknya secara berulang-ulang sebagaimana di perintahkan oleh Tuhan didalam Ulangan 6: 7.

Orang tua masa kini sangat perlu berperan dalam mendidik putra-putrinya, agar mereka mencapai tujuan yang diharapkan bersama. Menurut Yulia Singgih D. Gunarsa untuk membatasi perilaku anak, orang tua perlu mengetahui psikologi perkembangan dan penerapan teknik-teknik disiplin antara lain meliputi penalaran  (reasoning), penjelasan (explanation), larangan dengan kasih sayang (affection withdrawal). Gunarsa, ( 2009: 45)

Untuk itulah sangat diperlukan bagi orang tua untuk mengikuti kegiatan Parenting Kristiani baik melalui seminar-seminar ataupun diskusi-diskusi dilingkungan Gereja..

Ayat-ayat Alkitab Tentang Anak-anak dan Memilih Teman Yang Baik

Tidak terbantahkan bahwa anak-anak adalah anugerah Tuhan, Alkitab berulang kali memberitahukan bahwa anak-anak adalah pemberian dari Tuhan. Terkadang Allah juga berbicara kepada orang tua melalui karakter anaknya, apakah mereka membawa kebanggaan dan sukacita  mungkin juga mereka mengajari bagaimana menjadi lebih sabar dan mau mengampuni kesalahan orang.

Sebab Tuhan tahu melalui anak-anak, kita dapat mengalami perubahan dan mengembangkan karakter kita . Anak-anakpun dapat membawa kita lebih dekat lagi kepada-Nya. Inilah ayat-ayat Alkitab tentang anak-anak  dan bagaimana Tuhan melihat mereka!

3 Yohanes 1: 4, Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.

Markus 9: 37, Barang siapa menyambut seorang anak  seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.

 Matius 18: 10, Ingatlah, jagan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini,. Karena  Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang  wajah Bapa-Ku yang di sorga.

 Yakobus 1: 17, Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

 Kejadian 1: 28, Allah memberkati mereka lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranak-cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi da taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Yesaya 54: 13, Semua anakmu akan menjadi murid TUHAN, dan besarlah kesejahteraan mereka;

Markus 10: 14, Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke-dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatimEngkau menjadi penolong.

Mazmur 127: 3, Sesungguhnya , anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.

Amsal 22: 6, Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

Amsal 17: 6, Mahkota orang-orang tua adalah adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.

Untuk memilih teman yang baik Josh Wiley, penulis mengemukakan beberapa ayat menurut Alkitab :

Amsal 12: 26, “Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri”.

Amsal 13: 20, “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang”.

Amsal 14: 6-7, “Si pencemooh mencari hikmat, , tetapi sia-sia sedangkan bagi orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh. Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kau dapati dari bibirnya”.

Amsal 22: 24-25, “Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri”.

1 Korintus 15: 33, “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik”.

 Kesimpulan

Kegiatan Parenting Kristiani bagi Orang tua dan Anak dapat dilakukan di Lembaga PAUD maupun Sekolah Minggu. Manfaat Parenting Kristiani akan berdampak positip kepada masa depan anak, karena orang tua ikut memperhatikan proses tumbuh kembang si anak. Perkembangan anak tersebut berjalan dengan berkesinambungan, sehingga orang tua harus bertanggung jawab dan tetap waspada memperhatikan tingkah laku dan kepribadian  mereka yang sering kali terlihat dari sikapnya sehari-hari. Terutama dalam menghadapi pesatnya perkembangan zaman globalisasi yang penuh dengan tantangan ini.

Penulis: Herlina Sony Sinaga, S.H., M.Pd.K (Dosen Tetap STT Bethesda Bekasi)



Tinggalkan Komentar