Logo
images

Kegiatan pematusan kali di wilayah Harapan Indah yang di pantau langsung oleh anggota DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, S.E., M.A.

Murfati Lidianto Pantau Langsung Kegiatan Pematusan Kali Wilayah Harapan Indah

PELANGIINDONESIA.ID, KOTA BEKASI – Sistem drainase yang buruk serta kondisi topografi yang merupakan daerah cekungan, membuat beberapa wilayah di perumahan Harapan Indah menjadi langganan banjir bila musim penghujan tiba. Guna meminimalisir banjir, Dinas PUPR melakukan pematusan sungai Kabupaten yang airnya berasal dari wilayah Harapan Indah dan sekitarnya. Kegiatan ini di pantau langsung oleh anggota DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, S.E., M.A., Kamis (11/11/2020).

Menurut, Murfati, pelaksanaan pematusan; melebarkan sungai, membuang sampah, membuang lumpur dan membersihkan rumput serta pohon-pohon yang tumbuh liar dipinggiran sungai, sudah disetujui Walikota dan Wakil Walikota Bekasi.

“Pematusan ini dilaksanakan dari dinas PUPR dan telah disetujui oleh Walikota dan Wakil Walikota Bekasi”, ungkap Anggota Dewan dari Fraksi Gerindra ini didampingi Ketua RW. 32 H. Saiful Bahri.

Lebih lanjut, dijelaskan Murfati bahwa, selain merupakan program Pemerintah Kota Bekasi dalam mengoptimalkan Tim Pematusan atau tenaga penanganan sarana dan prasarana umum guna meminimalisasi banjir, pematusan dilakukan untuk memenuhi permintaan warga setempat.

“Selain program pemerintah untuk perbaikan drainase, mengatur manajemen air serta pengaturan pengelolaan sampah di area permukiman, pematusan ini juga merupakan permintaan Rt/Rw setempat yang melihat sungai sudah tertutup rumput, sampah dan pepohonan liar,” tutur Anggota Dewan Kota Bekasi yang ramah dan dekat dengan warga ini.

Melihat wilayah perumahan Harapan Indah yang memiliki potensi banjir kategori sedang hingga tinggi, Murfati berharap masyarakat semakin meningkatkani budaya menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Salah satu faktor pemicu masalah banjir di sejumlah wilayah Kota Bekasi adalah sampah yang menghambat kelancaran air kali. Oleh karena itu, Saya menghimbau kepada warga masyarakat, jangan buang sampah ke sungai atau kali, karena akan mengakibatkan sistem drainase terhambat, akibatnya banjir tak bisa dihindari.”, pesan Murfati

Hal yang sama sampaikan Ketua Rw 32. Selain mengakibatkan banjir, sampah yang menumpuk dapat menimbulkan bau busuk, menjadi sarang nyamuk yang mengganggu kesehatan warga.

“Sampah akan menghambat kelancaran air bahkan air sungai atau kali akan jadi hitam, menimbulkan bau busuk bahkan menjadi sarang nyamuk, ular, yang tentunya menimbulkan penyakit dan merugikan warga sendiri,” ujar Haji Saeful Bahri.



Tinggalkan Komentar