Logo
images

PGIW JAWA BARAT GELAR IBADAH PUJI DAN DOA DI GKPB FAJAR PENGHARAPAN BANDUNG

PELANGIINDONESIA.ID, BANDUNG - PGIW Jawa Barat menggelar Ibadah puji dan doa dengan tema "Kuasa dalam Doa dan Pujian", hari ini, Senin (16/05) di Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Fajar Pengharapan, Jl. Pasirkoja No. 58, Karanganyar, Kec. Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat.

Menurut Pdt. Paulus Wiyono, Ibadah Puji dan Doa yang melibatkan gereja-gereja, aras-aras Gereja, tokoh-tokoh Jawa Barat, anggota legislatif Provinsi maupun anggota legislatif pusat yang berasal dari Jawa barat, merupakan bentuk kepedulian atas berbagai permasalahan dan pergumulan yang dihadapi oleh gereja dan bangsa hari-hari ini. Sehingga gereja perlu bersinergi dengan berbagai pihak, bergandeng tangan bersama-sama untuk membuat situasi kondusif, baik, dan aman.

“Kami mengajak semua bagian gereja dan lembaga Kristen untuk bersinergi bersama-sama, kita tidak lagi sendiri-sendiri, karena apa yang menjadi pergumulan kita, pandemik dengan semua dampaknya yang belum selesai, juga peperangan yang terjadi diluar negeri, itu berpengaruh dengan kehidupan kita semua. Ditambah lagi dinamika sosial politik dan ekonomi di tengah masyarakat kita, itu mengingatkan kita semua, gereja-gereja Kristen, lembaga Kristen,  umat yang ada untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi mari bergandeng tangan bersama-sama berbuat sesuatu untuk membuat situasi dan kondisi yang baik, yang aman dan kondusif agar bangsa kita boleh bangkit,” ujar Paulus Wiyono saat konferensi pers kepada awak media.

“Sebagai orang percaya kekuatan kita itu adalah doa. Doa yang mendorong kita untuk melakukan hal yang sama untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk masing-masing pribadi atau kelompok yang bisa menimbulkan berbagai persolan baru,” terang Sekretaris Umum PGIW Jawa Barat ini lagi.

Ditambahkannya , kegiatan yang bertepatan dengan momen hari mdoa sedunia dan Paskah ini, dapat menjadi pemicu bagi PGIS-PGIS di Kabupaten kota untuk menggelar hal yang sama sehingga kehadrian gereja menjadi terang dan membawa kebaikan ditengah masyarakat.

“Harapan kami, acara-acara seperti ini dapat juga dilakukan di PGIS-PGIS yang berada diberbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat ini. Kita percaya kehadiran gereja akan menjadi terang, membawa kebaikan ditengah kehidupan masyarakat kita. Terima kasih untuk berbagai pihak yang sudah mengambil peran bersinergi bersama,” ungkapnya penuh harap.

Terkait tema Ibadah, Ketua Panita Ibadah Puji dan Doa PGIW Jawa Barat menjelasakan bahwa bertolak dari Kitab Kisah Para Rasul 16:25-28, kuasa doa dan pujian adalah kekuatan untuk mengatasi berbagai permasalahan gereja dan bangsa hari-hari ini.

“Sekarang ini kita terbelenggu tanpa sadar! Sehingga pujian dan doa adalah kekuatan kita untuk untuk mengatasi semua itu, baik hal kecil maupun hal besasr,” tegas Ibu Agnes Sitompul, Ketua Panitia sekaligus sebagai Komisi Perempuan PGIW Jawa Barat.

Sementara itu, dalam khotbahnya yang mengambil nats pokok sesuai tema dalam Kisah Para Rasul 16:25-28, Pdt. Riska V. Dewirani, menguraikan tiga hal yang bisa dipelajari dari kisah Saulus dan Silas

“Kalau bicara pujian dan doa ada begitu banyak kuasa didalamnya. Didalam Alkitab ada begitu banyak peristiwa dimana ada kuasa dalam pujian dan doa. Menjadi perhatian, mengapa Paulus dan Silas pada saat menghadapi masa-masa yang sulit mereka bisa memuji Tuhan ? Ada 3 hal yang bisa dipelajari tentang kuasa dalam doa dan pujian,” terangnya.

“pertama, Pujian dan doa merupakan ungkapan relasi yang sehat dengan Tuhan. Dalam situasi yang sulit dan persolan yang besar, masalah yang berat, tidak mudah untuk memuji atau mengucap syukur kepada Tuhan. Pujian dan penyembahan dapat kita naikkan kalau kita memiliki relasi yang sehat relasi yang baik dengan Tuhan. Melalui pujian orang dapat melihat kualitas rohani kita. Pujian kita kepada Tuhan akan menunjukkan sejauh mana kualitas relasi kita dengan Tuhan,” terangnya lagi.

Hal kedua yang disampaikan adalah sikap merendahkan diri dihadapan Tuhan.  Menurut Pdt. Riska, bukan strategi yang utama untuk membuat gereja dan umat Tuhan bangkit dengan semangat roh yang menyala-nya.

“Kalau kita terfokus kepada Tuhan, disanalah kuasa Tuhan akan bekerja dan menyatakan pertolongannya pada umatnya. Saatnya kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, kita mengharapkan pertolongan kepada Tuhan. Ketika merendahkan diri, maka kuasa Tuhan nyata disana. Tuhan akan mendengarkan doa kita,” tuturnya.

“Hal yang ketiga adalah, pujian dan doa memberikan kesempatan bagi pemberitaan firman Tuhan. Sudah waktunya bagi kita, gereja merenungkan apa yang menjadi rencana Tuhan. Kita perlu mendengar apa yang menjadi kehendak dari Gembala agung kita. apakah yang Tuhan inginkan dan apakah kehendak Tuhan. Kalau kita mengerti kehendak Tuhan maka akan terjadi pemulihan bagi gerejanya. Mari kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, sehingga pemulihan bagi gereja dan bangsa ini terjadi,” tutupnya.

Dalam Doa syafaat dipanjatkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh gereja dan bangsa termasuk permasalahan intoleransi di Provinsi Jawa Barat. Mendoakan perdamaian dunia khususnya pertikaian Rusia dan Ukraina dan ikut mendoakan terciptanya keadilan dan kebenaran menjadi pokok doa.

Tampak hadir dalam Ibadah Puji dan Doa yang di padu MC Pdt. Titin, Anggota DPR RI Nico Siahaan. Dan  pada bagian akhir, diisi pujian berjudul “Heal the world” dari para praja IPDN Bandung dan pujian tim pelayanan GKPB dengan pujian “we are the world”. Sementara foto bersama menjadi akhir kegiatan Ibadah Puji dan Doa PGIW Jawa Barat.



Tinggalkan Komentar