Logo
images

Salatiga Kota Beriman & Smart Gelar Kampanye Toleransi & Seni Budaya Tahun 2019

PELANGIINDONESIA.ID, SALATIGA - Menjaga stabilitas daerah dan mempertahankan Predikat Kota Toleran, kota Salatiga yang dikenal dengan nilai toleransi kerukunannya yang erat, kondusif dan nyaman, maka pemerintah kota Salatiga menggelar acara “Kampanye Toleransi dan Seni Budaya Tahun 2019”,  sekaligus dalam menyemangati hari pahlawan yang jatuh pada hari Minggu, 10 Nopember 2019 yang dimulai pada Pukul 12.30 WIB – selesai, yang dilaksanakan di halaman terbuka Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan daerah kota Salatiga.

Antusias masyarakat mengikuti acara budaya Kota Salatiga

Dihadiri masyarakat kota Salatiga, Walikota Salatiga dan jajarannya serta para pejabat pemerintah. Tak ketinggalan para tokoh agama seperti FKUB yang diketuai Noor Rofiq, masyarakat dan ormas. Tampil sebagai ketua panitia Kepala Badan Kesbangpol kota Salatiga, Agung Nugroho, S.Sos.MM dan seluruh staf Kesbangpol terlibat dalam kepanitiaan.

Acara bertajug budaya ini, dibuka dengan doa oleh H.Moh. Taksis. SE, dari kepala Sub bagian perencanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan sekertariatan yang kemudian dilanjutkan dengan menampilkan para seniman, penari, penyanyi dan barongsai dan lain sebagainya.

Antusias masyarakat terlihat lewat kerumunan massa mulai dari anak-anak, remaja dan orangtua.

“Menularkan nilai toleran ke seluruh lapisan masyarakat melalui seni budaya akan lebih effisien.” Jelas Didik dari Bibasari pakar Budaya Jawa.

Walikota Salatiga, Yuliyanto, SE,MM menyatakan harapannya agar seluruh lapisan masyarakat bersama dengan pemerintah dapat bergandengan tangan dalam mempertahankan nilai Toleransi dan budaya yang selama ini terpelihara dengan baik.

“Mari kita bareng-bareng merawat dan memberikan contoh kota Salatiga dengan baik. Toleransi bagi kota Salatiga sudah merupakan kehidupan sehari-hari. Ibaratnya, kita tidak perlu diajari tetapi patut untuk ditularkan kepada masyarakat luar; pada keluarga, masyarakat dan bernegara.saling rukun dan damai dengan semua orang. Ada 27 suku di kota Salatiga yang mungil ada beragam agama, Bahasa yang berbeda, budaya tetapi masyarakatnya sangat mencintai toleransi. Mari tingkatkan predikat kota Salatiga yang toleran, beriman dan smart.” Ujarnya dengan ciri khasnya yang santun.

Usai memberikan kata sambutan, dilanjutkan dengan pengucapan ikrar Toleransi yang dipimpin oleh Walikota Salatiga, sekaligus penandatanganan toleransi di Bunderan Salatiga depan Patung Jenderal Sudirman Salatiga.

Sementara Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menyatakan kebanggaannya atas masyarakat kota Salatiga.

“Luar biasa. Warga Salatiga sangat toleran sekali. Kondusif, aman. Saya bangga dengan masyarakat Salatiga.” Ujarnya bersemangat.

Dance Palit yang akrab disapa Bung Dance yang baru saja beberapa minggu menjabat sebagai Ketua DPR Kota Salatiga menyatakan bahwa pentingnya kampanye toleransi ini diadakan dan ditingkatkan namun perlu lebih dilakukan format-format baru lebih melibatkan partisipasi masyarakat.

Tak ketinggalan, mewakili Ormas, Ketua Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional. Pers Informasi Negara Republik Indonesia (Lt.KPSKN.PIN.RI) Korda Salatiga Lasma M. Simbolon dengan tegas menyatakan, terjadinya rasa toleran di lapisan masyarakat itu di mulai dari kampong tengah yaitu masalah perut.

“Masyarakat akan toleran dimulai dari kampong tengah yaitu perut. Jika perut kenyang maka aman dan nyaman. Artinya, masyarakat kota Salatiga sejahtera. Itu terjadi atas kerjasama seluruh masyarakat kota Salatiga yang saling berlomba-lomba dalam kepedulian. Sebut saja beberapa ormas yang ada di Salatiga rutin memberikan makanan gratis, membantu para lansia, dhuafa, difabel dan tak mampu. Mari kita jaga dan tingkatkan.” Tandasnya dengan antusias. (LS)



Tinggalkan Komentar